Rumah Tumbuh Solusi Paling Baik untuk Milenial

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Rumah Tumbuh Solusi Paling Baik untuk Milenial

Admin Ganteng
Tuesday, September 17, 2019

Harga perumahan menunjukkan tren kenaikan tiap tahun. Pada kuartal I pada tahun ini, terdapat kenaikan dari 0.38 persen menjadi 0.59 persen. Kenaikan ini terjadi untuk rumah dengan tipe kecil yang memang banyak diincar oleh banyak orang tak terkecuali generasi milenial. 

Melihat harga yang naik seperti ini, masyarakat terutama generasi milenial dituntut untuk lebih bekerja keras dan kreatif untuk memenuhi kebutuhan hunian. Pemerintah sebenarnya telah membantu dengan adanya KPR yang memungkinkan untuk memiliki rumah dengan cara mencicil. 

KPR hanya memungkinkan untuk perumahan. Lalu bagaimana dengan orang yang ingin membangun rumah sendiri dan tak ingin model perumahan?. Bukan berarti mereka tidak bisa memiliki rumah sendiri. Walaupun dengan penghasilan dan tabungan yang pas-pasan, masih ada cara lain untuk memiliki rumah sendiri. 


Membangun rumah tidak selalu harus langsung jadi dengan beberapa kamar, ruang tamu ataupun ruang konvensional yang biasa ada di rumah. Konsep rumah tumbuh nampaknya cocok dengan milenial yang menginginkan rumah pribadi namun hanya memiliki dana yang pas-pasan untuk langsung membangun rumah utuh. 

Konsep rumah tumbuh harus benar-benar direncanakan dengan matang. Karena konsep berkelanjutan rumah sangat bergantung dengan rencana awal dan kebutuhan mendatang pemilik. Inilah fungsi dari seorang arsitek untuk dapat membuat rencana denah yang matang. 

Tahap awal rumah ini biasanya dimulai dengan pembangunan ruang utama. Bagian tanah yang dibangun disesuaikan dengan rencana denah. Ruang Tamu, 1 kamar mandi, 1 ruang serbaguna dan 1 kamar tidur dibangun lebih awal sesuai dengan dana yang dimiliki. Ruang serbaguna ini bisa berfungsi sebagai dapur ataupun ruang keluarga 

Ruangan pokok didahulukan untuk menunjang aktivitas pemilik rumah. Apalagi milenial yang masih keluarga umumnya belum memiliki kebutuhan untuk kamar anak. Tanah yang belum terbangun dibiarkan hijau sambil menunggu pembangunan tahap kedua ataupun ketiga. Rencana struktur juga harus diperhatikan. Tentunya struktur rumah satu lantai akan berbeda dengan rumah dua lantai.

Pembangunan tahap kedua dapat dilanjutkan lagi untuk memenuhi kebutuhan lanjutan. Seperti kebutuhan kamar anak yang mulai dewasa dan membuhkan kamar tambahan. Ruang keluarga untuk berkumpul, maupun kamar untuk tamu apabila ada yang menginap.